ehmmm....
Apa kabar kalian di sana? jangan bohong, kurasa sekarang semua sedang tidak baik-baik saja. Ntah itu perasaan, keadaan, ataupun pikiran. Aku pun begitu.
Disaat seperti ini kurasa memang sudah waktunya kita untuk tidak membohongi perasaan sendiri, tidak egois pada diri sendiri atau pun orang lain. Ya, menjaga diri dan menjaga orang lain. Sama-sama saling mengingatkan, menasihati bahkan boleh menegur. Seringkali aku berceloteh di media sosial, marah karena mereka yang tidak menerapkan physical distancing, bahkan terkadang umpatan tak tersampaikan pun ikut tercuat dalam pikiran.
Aku begitu optimis bahwa lambat laun situasi ini akan sesesai, akan muncul titik terang. Lalu, ketika optimisme akan pulihnya semesta memudar ini, aku berpegangan padanya, orang kepercayaan yang tentunya lebih daripada aku. Tapi aku lupa bahwa kekuatan orang itu ada batasnya. Hingga hari ini, seiring dengan masalah yang tak kunjung bertitik, orang itu mulai lelah, orang itu mulai melemah, berbicara padaku bahwa Ia sudah pasrah. Kalo sudah begini, peganganku perlahan juga ikut terlepas. Aku terbang tanpa arah. Mencari tempat terbaik untuk menetap, walau nyatanya semua tempat sudah tidak ada yang layak untuk menetap. Entah nanti aku akan tertangkap tangan baik atau sang pemangsa.
Disaat seperti ini yang terbesit dipikiranku hanya satu, mengangkat tangan dan meminta.
01000010 01110101 01101110 01100100 01100001
aku harap kau kembali kuat, karena kau pegangan banyak orang terutama aku. Please, bila itu kau, aku bingung bagaimana cara yang tepat untuk menasihatimu. Karena kau jauh di atasku dan keras kepala.
Untuk aku dan semua tetap semangat, memang tidak mudah tapi mari berpegangan tangan karena kita tidak sendiri. Cepat sembuh semestaku, bumiku, dan duniaku.
quarantine day/covid-19/19520/el