Friday, October 4, 2019

aku :')


Sepohon Pisang

            Dia sudah busuk, sebelum ia beranak-pinak, tidak. Bahkan ia sudah busuk sebelum ia merakar. Sepohon pisang yang seharusnya memberi manfaat bagi lingkungan, malah sebaliknya. Ia terjebak dengan dirinya sendiri. Ia bingung. Hingga ia tak tau arah lalu menyakiti yang lain. Menebar kebusukan-kebusukan. Ya, dia jahat. Berulang kali ia melakukan kesalahan fatal, tapi lihat sekitar masih saja peduli padanya. Sungguh beruntung dia. Kau ingat, saat dia selalu saja berbincang di saat yang seharusnya sunyi, sekitar selalu mengingatkan. Lalu saat ia ingin dinilai menjadi yang terbaik, sekitar tak merasa atau mereka pura-pura tidak merasa. Ya, dia juga egois. Dan lagi, saat ia memperlihatkan kelemahannya, sekitar masih saja peduli. Lemah.
            Dengan semua keburukan itu, ia masih diterima sekitar. Tak tau kapan kata ‘masih’ berubah menjadi kata ‘sudah tidak’. Semoga jangan! Karena sepohon pisang itu adalah aku. Ya, itu memang aku. Manusia lemah yang tak akan ada artinya tanpa semesta. Aku buruk, tapi setidak-tidaknya aku masih mau mengakuinya dan berusaha untuk memperbaikinya. Tunggu, apa kau ingat tentang sesuatu-sesuatu di masa lalu yang ingin kau perbaiki tetapi selalu semakin memburuk? Hahahaha.

No comments:

Post a Comment